Kalau yang kita hubungkan ke blogger adalah subdomain, lebih sederhana. Tidak melibatkan IP dan hanya menggunakan 2 buah CNAME.
Namun berbeda jika yang kita hubungkan domain sendiri. Memang terlihat sederhana di permukaan. Namun sebenarnya lebih rumit. Alurnya melibatkan penyedia domain → Cloudflare → Blogger, sering muncul kebingungan, terutama saat HTTPS tidak langsung aktif atau muncul status “Tidak Diketahui” di Blogger.
Tulisan ini membahas proses tersebut secara utuh, termasuk alasan teknis kenapa Blogger harus menggunakan www, serta setting Cloudflare yang benar agar tidak saling “berantem” dengan Blogger.
Alur Besar: Registrar → Cloudflare → Blogger
Secara arsitektur, alurnya adalah sebagai berikut.
Domain dibeli dari registrar, kemudian nameserver diarahkan ke Cloudflare. Cloudflare di sini berfungsi sebagai pengelola DNS, bukan sebagai hosting. Dari Cloudflare, domain diarahkan ke Blogger, yang tetap menjadi web server dan pengelola konten utama.
Kesalahan paling sering terjadi ketika Cloudflare diposisikan terlalu “aktif”, padahal Blogger justru membutuhkan jalur yang bersih dan langsung. Selanjutnya »