Kalau yang kita hubungkan ke blogger adalah subdomain, lebih sederhana. Tidak melibatkan IP dan hanya menggunakan 2 buah CNAME.
Namun berbeda jika yang kita hubungkan domain sendiri. Memang terlihat sederhana di permukaan. Namun sebenarnya lebih rumit. Alurnya melibatkan penyedia domain → Cloudflare → Blogger, sering muncul kebingungan, terutama saat HTTPS tidak langsung aktif atau muncul status “Tidak Diketahui” di Blogger.
Tulisan ini membahas proses tersebut secara utuh, termasuk alasan teknis kenapa Blogger harus menggunakan www, serta setting Cloudflare yang benar agar tidak saling “berantem” dengan Blogger.
Alur Besar: Registrar → Cloudflare → Blogger
Secara arsitektur, alurnya adalah sebagai berikut.
Domain dibeli dari registrar, kemudian nameserver diarahkan ke Cloudflare. Cloudflare di sini berfungsi sebagai pengelola DNS, bukan sebagai hosting. Dari Cloudflare, domain diarahkan ke Blogger, yang tetap menjadi web server dan pengelola konten utama.
Kesalahan paling sering terjadi ketika Cloudflare diposisikan terlalu “aktif”, padahal Blogger justru membutuhkan jalur yang bersih dan langsung.
Kenapa Blogger Wajib Pakai www?
Blogger hanya menerima custom domain dalam bentuk subdomain, dan www adalah subdomain yang secara universal dipakai.
Secara teknis, Blogger meminta domain diarahkan menggunakan CNAME ke ghs.google.com. Masalahnya, aturan DNS tidak mengizinkan domain utama (apex domain) seperti namadomain.id menggunakan CNAME. Apex domain hanya boleh memakai A record.
Karena itu:
www.namadomain.id→ diarahkan ke Blogger dengan CNAMEnamadomain.id(tanpa www) → diarahkan dengan A record, lalu di-redirect kewww
Ini bukan kebijakan SEO, melainkan konsekuensi desain DNS dan arsitektur Blogger.
Setting DNS Cloudflare yang Benar untuk Blogger
Agar Blogger bisa bekerja dengan normal, khususnya untuk HTTPS, Cloudflare harus diposisikan sebagai DNS murni.
A Record untuk Domain Utama
Domain tanpa www diarahkan ke IP Google milik Blogger menggunakan empat A record:
- 216.239.32.21
- 216.239.34.21
- 216.239.36.21
- 216.239.38.21
Semua A record ini harus berada dalam status DNS only (awan abu-abu).
CNAME untuk www
Subdomain www diarahkan ke Blogger menggunakan:
www → ghs.google.com
Selain itu, Blogger juga memberikan satu CNAME verifikasi (berupa token acak) yang wajib ditambahkan. Keduanya juga harus DNS only, bukan proxy.
Jika satu saja record berada dalam mode proxy (awan oranye), Blogger tidak akan bisa memverifikasi domain untuk HTTPS.
Setting SSL/TLS di Cloudflare (Ini yang Sering Menjebak)
Di sinilah banyak orang tersandung.
Cloudflare memang menyediakan SSL, tetapi SSL Cloudflare tidak boleh mengambil alih SSL Blogger.
Konfigurasi yang aman adalah:
- SSL/TLS Mode:
Full - Always Use HTTPS: OFF
- Automatic HTTPS Rewrites: OFF
Dengan pengaturan ini, Cloudflare tidak memaksa HTTPS di sisi edge, dan membiarkan Blogger menerbitkan serta mengelola sertifikat HTTPS sendiri.
Menggunakan mode Flexible atau mengaktifkan Always HTTPS justru sering menyebabkan status HTTPS Blogger menjadi “Tidak Diketahui”.
Kenapa HTTPS Blogger Kadang Lama Aktif?
SSL di Blogger tidak bersifat instan. Setelah DNS benar, Blogger perlu waktu untuk:
- memverifikasi kepemilikan domain
- menerbitkan sertifikat dari Google Trust Services
- mendistribusikannya ke jaringan global Google
Dalam kondisi normal, proses ini bisa memakan waktu dari 30 menit hingga beberapa jam, dan pada kasus tertentu (terutama setelah perubahan Cloudflare) bisa sampai 24 jam.
Selama DNS benar dan domain menggunakan www, kondisi ini normal dan bukan error.
Peran Domain Tanpa www
Walaupun bukan domain utama, domain tanpa www tetap penting sebagai pintu masuk.
Skemanya sederhana:
namadomain.id
→ A record ke IP Google
→ redirect internal Blogger
→ www.namadomain.id
Dengan pola ini:
- pengguna tetap bisa mengakses domain tanpa
www - hanya ada satu URL utama yang konsisten
- SEO tetap aman dan bersih
Apakah www Itu Ketinggalan Zaman?
Tidak.
Justru untuk platform seperti Blogger:
wwwlebih stabil- lebih mudah dikelola di balik CDN
- lebih aman untuk pembagian cookie dan subdomain
Banyak layanan besar Google sendiri masih menggunakan www.
Penutup
Menghubungkan domain ke Blogger melalui Cloudflare bukan sekadar soal “diarahkan ke mana”, tetapi soal memahami peran masing-masing komponen.
Cloudflare bertugas mengelola DNS, Blogger bertugas melayani konten dan HTTPS. Ketika masing-masing tidak saling mengambil alih peran, hasil akhirnya justru rapi, stabil, dan minim masalah.
Dan ya, dalam konteks Blogger, www bukan pilihan—melainkan fondasi teknisnya

