Opera di Ubuntu: Dari Aneh ke Stabil, Setelah Menggunakan Flatpak

Saya sempat mengira ini cuma masalah sepele. Tapi makin lama dipakai, makin terasa ada yang tidak beres.Opera di Ubuntu saya tidak crash, tapi juga tidak bisa dibilang normal. Beberapa gejala yang saya alami:

  • Video dengan format tertentu tidak mau diputar
  • WhatsApp Web sering disconnect sendiri
  • Tidak ada error jelas, tapi rasanya “nggak beres”

Yang bikin tambah bingung: Opera tetap bisa dibuka, tidak force close, tidak ada pesan error. Sampai akhirnya saya iseng mencoba satu hal: menginstal Opera lewat Flatpak. Dan… semua masalah itu langsung hilang. Selanjutnya »

Memahami BIOS, MBR, GRUB, dan EFI untuk Pecinta Dual Boot

Pernah ingin memasang Windows dan Linux dalam satu komputer, tapi bingung dengan istilah seperti BIOS, EFI, MBR, GRUB, dan teman-temannya?

Tenang, kamu tidak sendiri. Dunia sistem booting memang terdengar teknis, tapi sebenarnya bisa dijelaskan dengan bahasa yang mudah dan sedikit humor 😄

Saya beberapa hari kemarin juga membuat dual booting untuk Windows dan Linux. Saya sebelumnya adalah pengguna Windows, namun dengan dimatikannya dukungan ke Windows 10, akhirnya saya sekalian pindah ke Linux saja.  Lagipula ukuran “Drive C” saya membesar dalam ukuran yang tidak masuk akal, hampir 100MB.

Agak bingung juga sih, karena lama gak instalasi dual booting. Akhirnya saya melakukan partisi disk kedua untuk Linux seperti ini.

Mari kita bahas pelan-pelan. Selanjutnya »

Bikin XFCE Jadi Keren dan Ringan ala MacOS

 

Beberapa hari ini saya mencoba menggunakan AnduinOS yang diklaim mirip Windows 11. Namun saya merasa kurang mendapatkan kenyamanan. Beberapa kali terjadi aplikasi berjalan agak berat. Akhirnya saya terpaksa menginstall Windows Environment paling enteng: XFCE dan melakukan modifikasi biar lebih nyaman digunakan.

XFCE memang terkenal sebagai salah satu DE paling enteng di Linux — cocok buat laptop lawas, PC kentang, atau bahkan kamu yang cuma pengen sistem cepet tanpa ribet.

Tapi biar tampilannya nggak “biasa aja”, XFCE ini bisa banget di-custom biar mirip kayak macOS. Gaya elegan, tapi tetap ringan. Nah, berikut ini resepnya 👇

1. Install Plank – Dock Keren Ala Mac

Plank itu semacam dock yang mirip banget sama yang ada di macOS. Kamu bisa taruh aplikasi favorit di situ, biar gampang dibuka dan kelihatan kece di layar.

sudo apt install plank

2. Tambahin Teleporty Biar Dock Bisa Hover

Kalau mau efek dock-nya melayang kayak di Mac, kamu bisa pakai Teleporty. Dengan ini, Plank bakal punya efek hover yang halus — bikin tampilan makin hidup.

3. Ganti Menu Jadi Whisker Menu

Menu standar XFCE agak jadul tampilannya. Nah, coba ganti pakai Whisker Menu. Lebih modern dan ada fitur search-nya juga, jadi tinggal ketik aja nama aplikasi.

sudo apt install xfce4-whiskermenu-plugin

4. Tambah Ulauncher – Cari Aplikasi Sekilas Kilat

Kalau kamu suka yang praktis, install Ulauncher. Cukup tekan shortcut (biasanya Ctrl + Space) terus ketik nama aplikasi. Cepat, ringan, dan berasa pakai Spotlight-nya Mac!

sudo apt install ulauncher

5. Pasang Tema dan Icon Mac

Supaya nuansanya makin dapet, pasang tema macOS dan icon pack-nya. Banyak yang bisa kamu unduh dari xfce-look.org, tinggal pilih yang mirip macOS Big Sur atau Sonoma.

Beberapa rekomendasi:

  • Tema: WhiteSur GTK Theme
  • Icon: WhiteSur Icon Pack

6. Wallpaper Wajib: Nuansa Mac

Sentuhan terakhir, jangan lupa pasang wallpaper khas macOS. Tinggal cari di Google “macOS wallpaper 4K” — dijamin bikin XFCE kamu kelihatan kayak Mac beneran ✨

Penutup

Nah, itu dia cara simpel buat bikin XFCE jadi tampil keren ala Mac, tapi tetap ringan dan responsif. Cocok buat kamu yang pengen tampilan elegan tanpa bikin RAM nangis 😆

Kalau kamu udah coba, jangan lupa share hasil custom XFCE kamu ya — siapa tahu malah lebih keren dari Mac asli! 🍏