Menggunakan Hestia Panel di ArmBian

Sebagai penggemar Armbian, biasanya saya menggunakan cara manual untuk menginstall webserver. pernah menggunakan AAPanel, namun kurang stabil dan kurang cocok digunakan di Armbian.

Sekarang menu tutorial penggunaan Hestia Panel yang nampaknya cukup ok.

Catatan pentingnya, kalau menggunakan Hestia Panel kita hanya menggunakan satu port 80. Tapi dengan menyamakan alamat domain di hestia panel dengan di Cloudflare nampaknya kita sudah bisa menggunakan multi domain. Kalau di apache mungkin mirip VHost. Selanjutnya »

Debian Server VS Ubuntu Server

Ya, Debian itu adalah bapaknya Ubuntu. Tadi saya merasa agak gusar karena sebagai pengguna Armbian berbasis Ubuntu Jammy yang supportnya sebenarnya sampai 2027, namun ternyata file-file repositorynya sudah tidak bisa diakses. Mungkin karena versi processor Arm memang tidak populer.

Berbeda dengan Armbian saya yang berbasis Debian. Armbian Debian Buster. Masih berjalan dengan baik dengan repository archive.

Khusus untuk Armbian, nampaknya saya akan memilih yang berbasis debian saja. Mungkin Armbian Ubuntu Jammy akan saya install ulang dengan Armbian Debian Bookworm.

Install Nginx-PHP di WSL

Saya masih sering menggunakan aplikasi di Windows, namun untuk urusan aplikasi berbasis server level advanced, Windows nggak semudah Linux.

Hari ini terpaksa saya menggunakan WSL untuk menginstall Nginx-PHP. Dan ada beberapa masalah yang harus di selesaikan, karena memang sedikit ada perbedaan setting awal antara windows dan WSL.

1. Masalah: 502 Bad Gateway Nginx

Kesalahan ini terjadi karena Nginx tidak bisa berkomunikasi dengan PHP-FPM. Ini umumnya disebabkan oleh PHP-FPM yang belum berjalan.

Solusi: Untuk menjalankan PHP-FPM, gunakan perintah sudo service php8.1-fpm start.

2. Masalah: systemctl tidak berfungsi

Perintah systemctl tidak dapat digunakan karena WSL, secara default, tidak di-boot dengan systemd sebagai init system.

Solusi:

  • Gunakan perintah sudo service <nama_layanan> start (contoh: sudo service php8.1-fpm start).
  • Cara terbaik adalah mengaktifkan systemd secara permanen di WSL 2. Caranya:
    • Buka file /etc/wsl.conf dengan sudo nano /etc/wsl.conf.
    • Tambahkan baris [boot] dan systemd=true.
    • Simpan file, lalu jalankan wsl --shutdown di PowerShell.

3. Masalah: PHP-FPM tidak berjalan otomatis saat startup

Setelah menggunakan sudo service php8.1-fpm start, layanan tersebut tidak akan otomatis berjalan saat Anda menutup dan membuka kembali terminal WSL.

Solusi:

  • Setelah mengaktifkan systemd (solusi di atas), gunakan sudo systemctl enable php8.1-fpm agar layanan berjalan otomatis setiap kali WSL dimulai.

4. Masalah: Lokasi www/html di WSL tidak jelas

Jalur /var/www/html di WSL tidak dapat diakses langsung dari File Explorer Windows.

Solusi: Akses folder tersebut melalui jalur jaringan khusus: \\wsl.localhost\Ubuntu\var\www\html (ganti Ubuntu dengan nama distro Anda).

5. Masalah: Terminal WSL tidak langsung masuk ke /home/cakedy

Saat membuka WSL dari PowerShell, terminal akan berada di direktori Windows, bukan di direktori home pengguna Linux.

Solusi:

  • Gunakan perintah cd setelah masuk ke terminal.
  • Untuk mengubah perilaku ini secara permanen, atur startingDirectory di pengaturan Windows Terminal ke jalur //wsl$/Ubuntu/home/cakedy.