Install Home Assistant melalui Portainer

Sebelumnya saya telah membuat artikel tentang bagaimana melakukan instalasi Docker dan Portainer yang “Clean”. Portainer adalah Docker Manager berbasis Web. Saya sudah berumur, sudah sering lupa dengan sintak CLI. Pendekatan GUI lebih menarik bagi saya.

Saya sudah install Home Assistant 2023.6.2. Sudah 3 tahun yang lalu, dan sudah banyak yang berubah. Saya pernah menghubungkannya dengan Bardi Switch, namun sekarang sudah lupa caraya :). Karena switchnya sudah banyak yang rusak, akhirnya saat ini yang efektif hanya saya gunakan untuk membunyikan Adzan dan Dzikir di Rumah di speaker Google saya.

Beberapa hari terakhir saya tertarik untuk mencoba menggunakan ESP Home, sampai gagal beberapa kali. Kegagalan utamanya adalah Alat dikenali, namun statenya tidak dikenali. Saya putus asa. Saya berdiskusi panjang dengan open AI, dan akhirnya saya harus menyerah dengan melakukan instalasi HA (Home Assistant) versi baru.

Sengaja install HA menggunakan Docker karena kepraktisannya.

Saya menggunakan menu Stack di Portainer. Kebetulan  hanya portainer community edition sehingga caranya dengan copy paste  docker compose pada stack web editor. Sebenarnya kamu bisa saja sih menjalankannya melalui docker compose. Hanya saja saya menggunakan stack di portainer agar aplikasi-aplikasi docker saya lebih termanage dengan baik. Selanjutnya »

Ketika AI Menjadi Agen: Disrupsi Besar di Balik Agentic AI

Beberapa tahun terakhir, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin akrab dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari rekomendasi film, pengenalan wajah, chatbot layanan pelanggan, hingga analisis data bisnis. Namun, hampir semua AI yang kita kenal selama ini memiliki satu kesamaan penting: mereka bersifat reaktif. AI bekerja ketika diminta, menjawab ketika ditanya, dan berhenti saat tugas selesai. Di titik inilah muncul lompatan baru yang disebut Agentic AI.

Agentic AI adalah pendekatan AI yang tidak lagi sekadar merespons perintah, tetapi mampu bertindak sebagai agen yang mandiri. Ia memiliki tujuan, dapat merencanakan langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut, mengeksekusi tindakan, mengevaluasi hasilnya, lalu menyesuaikan strategi secara berulang. Dengan kata lain, Agentic AI tidak hanya “pintar menjawab”, tetapi juga “pintar mengambil keputusan dan bertindak”. Selanjutnya »

Mapping Domain ke Blogger via Cloudflare: Kenapa Harus Lewat www?

Kalau yang kita hubungkan ke blogger adalah subdomain, lebih sederhana. Tidak melibatkan IP dan hanya menggunakan 2 buah CNAME.

Namun berbeda jika yang kita hubungkan domain sendiri. Memang terlihat sederhana di permukaan.  Namun sebenarnya lebih rumit. Alurnya melibatkan penyedia domain → Cloudflare → Blogger, sering muncul kebingungan, terutama saat HTTPS tidak langsung aktif atau muncul status “Tidak Diketahui” di Blogger.

Tulisan ini membahas proses tersebut secara utuh, termasuk alasan teknis kenapa Blogger harus menggunakan www, serta setting Cloudflare yang benar agar tidak saling “berantem” dengan Blogger.

Alur Besar: Registrar → Cloudflare → Blogger

Secara arsitektur, alurnya adalah sebagai berikut.

Domain dibeli dari registrar, kemudian nameserver diarahkan ke Cloudflare. Cloudflare di sini berfungsi sebagai pengelola DNS, bukan sebagai hosting. Dari Cloudflare, domain diarahkan ke Blogger, yang tetap menjadi web server dan pengelola konten utama.

Kesalahan paling sering terjadi ketika Cloudflare diposisikan terlalu “aktif”, padahal Blogger justru membutuhkan jalur yang bersih dan langsung. Selanjutnya »

Membuat Jadwal Adzan di Home Assistant

Di rumah saya ini, kebetulan selain ada Home Server  dari bekas STB juga ada Google Nest, atau Speaker Google. Google Speaker ini akan langsung dikenali kalau berada dalam satu jaringan dengan Home Assistant.

Kebetulan sudah lama ada satu keinginan, bagaimana jika saat Adzan, speaker google saya juga melantunkan Adzan. Bahkan kalau dirumah saya bukan hanya adzan, namun juga bacaan sholat setiap sepuluh menit setiap Adzan, bacaan ini saya gunakan sebagai guidance Ibu saya yang menderita stroke.

Terakhir, setiap 25 menit dari Adzan Maghrib melantunkan dzikir perang dan setiap 25 menit dari Adzan Subuh melantunkan dzikir pagi.

Sebenarnya ada Islamic Prayer Times , sebagai aplikasi resmi di home assistant, namun entah kenapa dulu jika listrik padam, maka walaupun waktu sholatnya benar namun waktu bunyinya speaker google tidak sinkron. Selanjutnya »