Ekspresi Menyambut Kemerdekaan

Orang menyambut kemerdekaan dengan berbagai cara. Namun cara yang diakui banyak orang sebagai cara yang paling nasionalis adalah dengan cara-cara ekspresif yaitu dengan pasang umbul-umbul, berbagai attribute, karnaval dan sebagainya.

Di lain sisi banyak yang memang gak punya waktu, ya dihari orang melalakukan perayaan dia melakukan profesionalismenya. Dokter, sopir, pekerja profesional tetap bekerja melaksanakan pekerjaannya masing-masing. Anda gak bisa mengajak dokter spesialis karnaval kan, yang bisa anda ajak orang biasa yang anda dandani sebagai dokter spesialis.

Apa mereka tidak nasionalis. Mereka nasioonalis, namun mereka proporsional dalamĀ  mengalokasikan waktu mereka.

Merdeka!

Etika Bertanya

Malu bertanya. sesat dijalan. Betul. Bertanya adalah salah satu cara efektif untuk belajar, dan cara efektif untuk memecahkan masalah.

Sejak ada forum dan group-group di internet saya menggunakan forum sebagai tempat untuk mengais ilmu. Saya selain dibesarkan oleh ITS juga dibesarkan oleh group-group di internet.

Namun sekarang ini orang bertanya cenderung asal-asalan. Contohnya, “lapor pak, aplikasinya error”.
“Saya buka aplikasi masih berjalan, saya tanya lagi error yang mana? ”
“Yang bagianĀ  tambah kategori”.
“Coba di errornya di copy”.
Kirim snapshoot. (Ngerti nggak kalau anda snapshoot saya harus ngetik lagi … )

Kedua, kebanyakan orang bertanya kepada orang lain tanpa ada usaha apapun, padahal yang ditanyakan termasuk hal yang sekali search di Google langsung ketemu.

Ketiga, anda bertanya maka seharusnya anda tahu bahwa anda membutuhkan orang lain untuk menyelesaikan pertanyaanmu. Harusnya kita mendatangi orang tersebut dengan informasi yang cukup.

Contohnya, Pak saya mau beli laptop core i3 gen8 memori 8GB SSD 250GB harganya 4 juta apa masuk akal?

Mengapa kualitas pertanyaan antara orang dulu dan sekarang di komunitas-komunitasĀ  cenderung menurun? Menurut saya karena pengaruh pendidikan. Dulu, pengguna internet lebih pada orang-orang terdidik. Sekarang?

Ke RSMM

Hari ini main ke RSMM untuk periksa mata.

Dari rumah sehabis subuh dapat antrian C-62 .

Saya dulu pernah mengantar bapak saya kesini, tapi sudah lupa, berangkat jam berapa.

Kalau kesini lagi enaknya datang lebih pagi. Tapi gak apa-apa, biasanya prosesnya sehari selesai. Paling ya nanti habis Ashar lah.

Kita hanya menjalani hidup, sebaik apapun kita merencanakan, Allah jugalah yang Maha Menentukan.

Usaha adalah ibadah. Dan kepayahan ini bismillah kita niatkan untuk ibadah.

Stretching

Menunggu kontrol di Klinik sejak habis magrib sampai sekarang. Bengong menunggu antrian.

Mau ditinggal takut dipanggil, mau nunggu boring. Mana batree sudah merah lagi. Hadoooh…

Jadi ingat dulu di kepanduan sering mendapat materi pemanasan, stretching – bahasa enggis emmang syuliit-

Cuek saja saya melakukan pemanasan sambil menunggu panggilan.

Lumayan, badan menjadi lebih seger dan nyaman …