Dari Pak Wardiman sampai Putri Indonesia

Alhamdulillah setelah sekian lama tak bertemu dengan para pendekar gak sengaja bisa ngumpul Ngupi2 halal bi halal dadakan setelah Takziah

Awalnya takziah ke Keluarga Alm Prof dr. Soedarso Djoyonegoro Mantan Rektor Unair Legendaris yang meninggal tepat Hari H lebaran jadi kami tidak bisa takziah karena sedang berada di Udik akibat mudik.

Prof dr.Soedarso Djoyonegoro begitu saya kenal karena waktu saya UMPTN beliau adalah Rektor Unair penyelenggara UMPTN utk wilayah Jawa Timur, setiap pengumuman beliau yg tanda tangan nama dan gelar beliau yang panjang begitu mengagumkan bagi saya yg hendak masuk PT utk memulai memetik satu gelar sarjana saja.
Wuih berapa lama beliau sekolah hingga punya gelar berderet, mohon ijin saya bisa di terima Prof dalam UMPTN agar bisa setidaknya dapat satu gelar saja guman saya waktu membaca berbagai pengumun yang beliau tanda tangani.

Alhamdulillah setelah saya lolos UMPTN sewaktu Mahasiswa menjadi dekat dengan beliau walau beda kampus, beliau di Unair saya di ITS tapi sama2 aktif di ICMI Jawa Timur.
Oh ini rupanya beliau Pak Prof Soedarso yang namanya begitu lekat di benak saya akhirnya bisa kenal serasa bangga.

Dengan Keluarga beliaupun akhirnya kenal dekat juga, salah satunya dng Prof Dr. Ing Wardiman Djoyonegoro adik kandung beliau, saya kenal dng Pak Wardiman karena beliau Mentri Pendidikan saat saya ketua Senat ITS, beliau agak kaget dan akhirnya dekat karena saat beliau mentri dan berkesempatan membuka sebuah acara nasional di ITS Surabaya dan sebelum beliau pidato pembukaan saya di beri kesempatan memberikan sambutan, dalam sambutan itu saya kritik keras sistem pendidikan yang menyebabkan Mahasiswa hanya jadi robot-robot saja, padahal Mahasiswa harusnya jadi agen of change spt tergelar dalam sejarahnya, pergerakan Kemerdekaan dll, saya juga sampaikan negara ini tidak serius mengurus pendidikan terbukti anggaran pendidikan kecil sekali kurang dari 10%, beliau kaget gak kepalang tanggung.

Saat Pak Wardiman pidato beliau langsung mengatakan begini, ini saya bawa teks pidato yang sudah di siapkan oleh tim saya selama ber minggu-minggu, tapi setelah mendengar orasi Saudara Agus Maksum saya gak mau baca teks pidato ini, saya juga mau orasi membalas orasi saudara Agus M Maksum ha ha ha kena pancing juga beliau pikir saya.

Tapi setelah itu justru kami akrab dan suatu saat di Istana Kepresidenan pada suatu acara, saya bertemu lagi denga Pak Wardiman beliau waktu itu jabatanya adalah ketua Yayasan Putri Indonesia Organisasi yang mewadahi para pemenang kontes kecantikan Putri Indonesia, setelah bertegur sapa dan bergurau sayapun melemparkan gurauan, Pak Wardiman apa masih ada putri Indonesia yang masih single, tolong saya di kenalin dong ! nah kali ini beliau juga kaget dan menanggapi serius, sambil meletakkan gelas yang awalnya beliau pegang, begini jawabnya Ojoook Jangaaaaaan! serius jangan!, cari perempuan yang biasa saja, nanti ruwet ruwet ruweeeett katanya, dengan mimik tetap serius, saya yg tadinya bergurau jadi ikut serius, baik Pak Wardiman ini nasehat yang penting sekali, kali ini beliau yang tersenyum he he he.

Lalu obrolan berlanjut hal-hal lain, kamu sekarang aktivitasnya apa tanya beliau, kok bisa ikut di undang dalam acara di Istana kepresidenan dll, beliau juga ingat sambutan saya yg membuat beliau akhirnya ber orasi tanpa teks gara2 pidato saya waktu itu, sambil bergurau saya bilang itu adalah pidato terbaik Bapak sebagai mentri Pendidikan yang pernah saya dengar, kali ini beliau yang tertawa lebar sambil memukul pundak saya, itu saur manuk sesama anggota ICMI Pak Wardiman gurau saya ha ha ha.

Balik ke Keluarga Alm Prof Dr Soedarso Djoyenegoro, akhirnya setelah sekian tahun saya kenal pula dengan menantu beliau Dr.Ir Mangesti Waluyo Sedjati dan Istrinya Dr Itta Puspita Dewi Sp.KK bahkan dalam acara kajian rutin yag beliau asuh saya di minta utk menjadi pengisi tetap Kajian Ekonomi Digital, nah dalam kajian tersebut Prof Dr Soedarso Djoyenegoro sering hadir ikut kajian yang saya asuh utk update informasi tentang perkembangan dunia digital.

Jadi puluhan tahun kemudian saya akhirnya lebih bangga lagi karena bisa bertukar ilmu dan informasi dengan tokoh yang pada waktu saya mengenal namanya saja seperti tak terjangkau ..
Alhamdulillah kehidupan memberikan carita tersendiri yang layak untuk di syukuri, kok ya jalan hidup saya akhirnya saya juga menikah dengan Mahasiswanya Prof dr.Soedarso Djoyenegoro dokter lulusan Unair
Kemarin baru sempat takziah setelah 3 hari berturut-turut di WA Pak Mangesti Waluyo Sedjati dengan kiriman video masakan yg di masak Dr Itta, Mas ini loh sudah di masakin Dik Itta jam 5 sudah siap Rawon Iga katanya…
Ayuks sarapan di rumah Mas katanya ..ya sudah meluncur…

Cerita ini dari laman FB Cak Agus Maksum.

Cerita Inspiratif

Hari ini saya membuat kategori baru, cerita inspiratif. Tak lain dan tak bukan, karena sering saya mendapatkan cerita-cerita penting, inspiratif dari kawan, namun karena ditulus di wall FB, akhirnya hilang tertelan bumi.

Salah satu cerita penting adalah Natsir Untold Story yang diceritakan Agus Maksum, atau seorang Mahasiswa ITS yang kuliah dengan bekal Bonek yang diceritakan oleh Cak Atok.

Silahkan disimak …

 

SSO, Single Sign On

Intinya gini, kita bisa login untuk semua aplikasi yang kita develop menggunakan SSO Server. Jadi orang tidak usah ngapalin banyak username password karena membosankan.

Secara global bisa dikatakan seperti Google Auth, dimana kita bisa login untuk beberapa aplikasi dengan Google Auth,

Keterangan dan gambar tentang SSO bisa kamu lihat disini: https://www.geeksforgeeks.org/introduction-of-single-sign-on-sso/

Dan agar kamu bisa mencoba praktik SSO Google kamu bisa mengikuti tutorial disini.

https://www.mynotescode.com/form-login-google-php-mysql/

Sekarang sudah jaman kemerdekaan ngeblog gak harus buat tutorial sendiri, kalau sudah ada tinggal arahkan ke link aja, dengan bumbu sedikit komentar hehehe…

Stop Buang Waktu

Iseng- iseng stalking di instagram ketemu dengan statusnya Pak BNI.

Sebuah nasehat yang sangat penting untuk selalu diingat.

Hayo fokus cari Duit yg halal hehehe

Cara Belajar Terbaik dari yang Terbaik

Cara belajar terbaik adalah mencoba. Tapi ada yang lebih terbaik, menerima tantangan.  Tantangan yang dimaksud adalah menerima project. Dengan menerima tantangan artinya kita siyap belajar sesuatu sampai level production. Sampai level bisa digunakan dengan baik.

Mengapa dulu saya bisa database, bahasa PHP, ngerti Linux? Karena kita mengerjakan tantangan sampai pasa level digunakan.

Disisi lain, saya pernah belajar VueJs, Laravel, namun tidak pernah sampai professional karena hanya sampai pada level mencoba belum masuk mengerjakan project. Sehingga habis botcamp lupa lagi.

Ingat, ilmu yang kita kuasai adalah ilmu yang kita gunakan sehari-hari.

Namun yang harus diingat adalah bahwa ketika menerima tantangan jangan sampai bahwa kita berangkat dari tidak bisa apa-apa, ataui belum kenal dengan apa yang akan kita kerjakan, ya setidaknya pernah incilp-inciplah.

Saya pernah incip-incip LimeSurvey, namun tidak pernah membuat formulir untuk tujuan professional. Atas izin Allah, tiba-tiba ada seseorang yang meminta saya membuatkan formulir survey.  Saya Ok saja, karena saya membutuhkan uang untuk biaya hidup. Ternyata banyak pengalaman baru ketika saya membuat formulir survey itu. Learning by doang. Setiap persoalan yang ditemulkan adalah pelajaran daging.

Setelah ini selesai, ada tantangan baru lainnya, Apa itu?