Pakai 2 Monitor, Enak

Tadi malam ngezoom dengan komputer tua Intel Atom D250, yang kebetulan mempunya 2 port output ke layar. Satu VGA dan satunya HDMI.

Dengan memilih display setting extended maka kita bisa menampilkan display komputer dalam dua layar. Rasanya sangat produktif.

Beberapa pekerjaan yang sangat dimudahkan dari cara ini adalah:

  1. Programmer, dimana satu monitor untuk coding editor dan satunya untuk referensi atau untuk menjalankan hasil coding (terutama coding web based)
  2. Belajar komputer, dimana satu monitor untuk memutar video tutorial dan satunya lagi untuk mencobanya (praktek)
  3. Narasumber Zoom, dimana satu untuk ngezoom dan satunya lagi buat contekan (referensi)

Namun yang harus dicatat, apabila kita ingin bekerja dengan monitor yang kita jalankan secara extended, gunakan 2 buah monitor yang bisa disetting pada resolusi yang sama.

Monitor diatas adalah monitor lama milik kawan yang belum diambil.

Em, jadi kepingin beli monitor lagi. Second tidak apa2 🙂

Kursus Online

Setelah era pandemi, saya termasuk sering mengikuti kursus online baik dalam bentuk bootcamp, workshop, seminar, maupun tutorial video.

Tujuan saa mengikuti kursus antara lain untuk menambah pengetahuan, meningkatkan kompetensi, atau untuk menstrukturkan kembali ilmu saya.

Memang saat ini banyak ilmu di internet, misalnya e-book dan youtube, namun menurut saya, kursus lebih baik karena ada tanggung jawab dari pengelola.

Beberapa kursus yang pernah saya ikuti antara lain:

  1. Data Science, Bootcamp, PKS Digital School
  2. Full Stack Web Development, Bootcamp, PKS Digital School
  3. Keamanan Data, Seminar, Talenta
  4. Cyber Security, Workshop, STMIK Kendari
  5. IOT, Workshop, STMIK Kendari
  6. Fundamental Python, Tutorial Komersial, Coding Studio
  7. Fundamental Data Science, Tutorial Komersial, Coding Studio
  8. Statistics, Tutorial Komersial, MySkill
  9. Docker, Tutorial, Programmer Jaman Now

Saran saya kepada kawan-kawan ikut aja, toh saat ini banyak kursus yang tidak mahal, hanya kisaran 100 sampai 200 ribu. Malah saya ikut di Coding studio dan MySkill karena mendapat diskon.

Jalan Ninja

Beberapa waktu terakhir, saya memang incip-incip beberapa teknologi, dari Full Stack, Machine Learning,  Pentest, ISO Keamanan Data, IoT, Server, dll, tapi nampaknya saya belum menemukan pasar potensialnya. Kalau pasar tidak potensialnya sih banyak.

Dulu saya pernah mendapatkan materi kewirausahaan, yang intinya sebelum membuat sebuah usaha carilah pasar dulu. Percuma membuat usaha kalau pasarnya tidak ada. Riset pasar kecil-kecilanlah.

Dari yang saya renungkan, kelihatannya saya akan fokus ke Data Science dengan pertimbangan sebagai berikut:

  1. Saya sudah lama bekerja di kantor research berbasis survey.
  2. Saya lama berkecimpung di database. Sudah professional menggunakan SQL
  3. Saya menguasai data visualisation, baik chart maupun map.

Yang ingin saya kuasai dalam waktui dekat ini adalah

  1. Python dengan Numpy, Pandas, Seaborn dsb
  2. Flask untuk menampilkan data secara online.

Mudah-mudahan inline dengan selera pasar.