Cara mengganti Firmware STB HG680P versi ROOT

Kalau kita mempunyai mesin STB HG-680P yang terkunci dengan suatu provider, maka STB itu tidak bisa kita gunakan sama sekali. Namun dengan melakukan penggantian firmware maka kita akan bisa memanfaatkannya sebagai mesin Android, dan yang lebih hebat lagi, nantinya akan bisa kita gunakan untuk menjalankan Debian/Ubuntu versi processor ARM.

Singkatnya alat ini akan bisa menggantikan Raspberry  dalam beberapa hal seperti.

  1. Menjalankan Linux Armbian Desktop
  2. Menjalankan Linux Armbian Server
  3. Memainkan Android TV

Cekidot untuk proces penggantian firmware dengan firmware custom.

Thank You 🙂

NAS Sederhana di STB HG680P

Setelah saya amati, sebagai pengguna Linux Server, cara membuat NAS bisa lebih sederhana dari posting saya sebelumnya . Kalau kita memahami prinsip dasarnya, maka kita bisa membuatnya lebih sederhana sbb:

  1. Hardware yang dibutuhkan adalah
    • 2 buah HDD
    • Satu buah STB. Sebenarnya komputer apapun bisa.
  2. Dua buah HDD dikonfigurasi dengan RAID 1 agar data dalam HDD 1 secara otomatis ada di HDD 2, sehingga apabila HDD yang satu terjadi crash, masih ada data backupnya.
  3. Di STB HG680P harus diinstall software sbb, dibawah Linux Armbian
    • Nginx
    • PHP 8
    • mySQL atau bisa menggunakan SQLite
    • OwnCloud
  4.  OwnCloud disambungkan dengan Cloudflare Zero Trust biar bisa diakses secara online.

Demikian biar bisa dijadikan catatan jika sewaktu-waktu kita membuat NAS sendiri.

NAS di STB HG680P

Mungkin kamu punya keinginan untuk membuat NAS di STB dengan kriteria seperti Google Drive, menggunakan fasilitas 2 hardisk dimana keduanya saling syncronisasi.

Teknologi yang digunakan adalah

  1. Linux armbian sebagai basis OSnya
  2. RAID 1 untuk mirroring 2 HDD
  3. CasaOS sebagai yang – menurut saya – docker manager untuk instalasi NextCloud
  4. NextCloud

Bagi kamu yang tertarik silahkan mengikuti tutorial berikut:

IceCoder : Coding Editor Pro Server Based

Sebelumnya saya terkesan dengan code editor yang digunakan AAPanel. Walaupun ini adalah kode editor online, namun tidak kalah dengan editor semacam Sublime Text. Kalau dibandingkan editor CPanel? Jauuuhhhhh dan bangettttt.

Bagi saya ini adalah solusi bagi programmer yang tidak ingin terikat pada komputer tertentu, sehingga bisa coding dengan komputer apapun, asal terhubung dengan internet jadilah.

Setelah saya intip codenya ternyata dia menggunakan ACE  yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga amat mirip dengan Sublime Text.

Karena ACE hanyalah sebuah Code Editor yang masih diperlukan File Manager dan lain-lain akhirnya saya mencari editor yang mirip, dan ketemulah ICECoder, sebuah code editor berbasis PHP-JS. Walaupun kehalusannya masih kalah  dengan ACE-AAPanel, namun cukup mirip.

ICECoder

Sekarang saya menggunakan IceCoder ini, sambil berharap bahwa ACE-AAPanel akan berdiri sebagai editor online yang terpisah dengan AA-PAnel.

Journey Install Pandoc di Armbian

Ok, ini adalah catatan penting. Tak lain adalah karena saya membuat buku dan saya ingin kemudahan.

Agar sebuanya menjadi mudah maka saya harus melakukan hal sbb:

  1. Menulis buku  dengan format Markdown. Saya menggunakan software MarkText di Windows untuk urusan kemudahan.
  2. Saya harus menyatukan text menggunakan Python. File yang sebelumnya bab 1, bab 2 menjadi satu fike saja.
  3. Saya harus menginstall Pandoc agar file saya yang berakhiran .md itu bisa menjadi buku format buku. Bagian ini yang menantang dan akan saya ceritakan di bawah.

Install Pandoc 

Karena Pandoc berbasis command line, dan saya agak  kesulitan menggunakannya di windows, maka saya memutuskan untuk saya install di Linux (lebih tepatnya armbian), berbekal dengan perintah yang saya dapatkan di blog Mas Endy yang dulu pernah ketemu di Enciety.

sudo apt-get install pandoc texlive-latex-base texlive-xetex latex-beamer

Dan hasilnya error karena latex-beamer tidak ada. Ok saya buang dulu aja latex-beamer yang gunanya buat presentasi, dan saya belum membutuhkannya.

sudo apt-get install pandoc texlive-latex-base texlive-xetex

Berhasil

Menggunakan Pandoc

Kemudian saya coba untuk konversi markdown ke PDF

pandoc -N --variable "geometry=margin=1.2in" --variable fontsize=12pt --variable version=1.0 --toc -o SQL4BusinessAnalist.pdf SQL4BusinessAnalist.md

Okey berhasil dengan format buku standard

Menggunakan Style

Karana saya ingin lebih, maka saya ingin menggunakan format Eisfogel tapi ternyata error…

"template" (line 483, column 16):
unexpected "/"
expecting "." or ")$"

Bagian ini kemudian saya hapus

$for(babelfonts/pairs)$
\babelfont[$babelfonts.key$]{rm}{$babelfonts.value$}
$endfor$

Masih error om

Error producing PDF.
! LaTeX Error: File `sourcesanspro.sty' not found.

Type X to quit or  to proceed,
or enter new name. (Default extension: sty)

Enter file name:
! Emergency stop.
l.179   \usepackage

Akhirnya saya install ini

sudo apt-get install texlive-fonts-recommended texlive-fonts-extra

Akhirnya berhasil.

Dan kita run perintah sbb:

pandoc -N "result.md" -o "document1.pdf" --from markdown --template "../pandoc-template/eisvogel.tex" --listings

Itu dulu catatan hari ini nanti kalau ada perkembangan saya update Awokwokwokwok…