Beli Baterai Untuk Laptop Tua

Satu setengah tahun yang lalu anak saya diminta untuk membawa laptop ke sekolah untuk ujian. Saya yang sudah lama tidak mempunyai laptop akhirnya memilih laptop second, karena harganya miring. Apalagi ada tawaran Thinkpad.

Dengan spesifikasi Intel(R) Core(TM) i5-2520M CPU @ 2.50GHz 2.50 GHz dengan RAM 8GB, bagi saya yang hanya seorang coder skrip, ya masih cukup lumayanlah.  Hanya 1,6 juta waktu itu.  Apalagi masih bisa diinstall Windows 10. Walaupun support Windows 10 tidak lama lagi akan habis. Arrrghhhh. Harus ganti ke Linuxkah?

Sebelum membeli Laptop ini, saya sempat bertanya ke penjualnya. baterainya aman? karena untul laptop baterai adalah kebutuhan utama. Apalagi kalau saya keluar, saya masih bisa bekerja. Aman katanya.

Ternyata tidak demikian. Baterai sudah drop. Dari kenampakannya saja terlihat bahwa baterai sudah cukup usang.

Lama tidak terpakai, dan kemarin browsing-browsing di Shopee ternyata ada yang jual dengan harga miring, hanya 170 ribu. Dengan agak berspekulasi saya belilah. Syaa katakan agak berspekulasi karena beberapa waktu sebelumnya saya beli bateray dengan harga 350 ribu tapi tidak bisa dipakai. wadeh …

Ternyata bateraynya bagus. Tertulis 4 jam untuk bateray saver on. Betulkah? Jika betul saya sungguh surprise. 2 jam saja saya sudah seneng.

Saya sengaja nekat memberi aterai walaupun sedang tak punya uang, karena sekarang saya merangkap sebagai Sekjen sebuah partai politik, yang mengharuskan saya harus keluar rumah untuk mengurus ini itu. Dan laptop tentu menjadi bagian paling penting dalam masalah ini.

Oke, begitu saja omongan saya hari ini, yang jelas keyboard laptop tua ini sangat empuuukkkk, dan jika menggunakan laptop ini saya jadi jarang typo. oke.

OpenResty Suck!

Tadi saya mengakses blog punya teman saya https://mastrigus.com  namun hasilnya 403 Forbidden. Tumben pikir saya. Lalu saya akses menggunakan VPN, ternyata lancar. Saya juga pernah dilapori bahwa situs teman saya gak bisa diakses, dengan error serupa. Saya akses dari tempat saya juga begitu. Ternyata kalau diakses dari VPN bisa.

Usut punya usut semua itu karena openresty. Faktanya dia banyak melakukan blokir ke alamat IP ISP, sehingga membuat seakan-akan situs mati. Dan akhir-akhir ini, teknologi ini telah diimplementasikan oleh kebanyakan webhosting. Yang mengecewakan pesan blokirnya sering 403 Forbidden, atau 415 Unsupported Media Type, bukan IP anda Kami Blokir. Namun ada petunjuk tulisan openresty/1.27.1.1 dibawahnya, yang menandakan bahwa tangan openresty yang bekerja.

Banyak aplikasi yang akhirnya tidak berjalan, bukan hanya website, namun API aplikasi yang sering digunakan untuk berbagi konten sering tidak bisa diakses karena aplikasi lain yang mengakses dianggap bot. Sayangnya kebijakan hosting ada di tangan pemilik hosting, bukan ditangan yang menyewa hosting.

Saya kira di satu sisi ini akan segera mematikan webhosting karena implementasi openresty yang ugal-ugalan,  menyebabkan kerugian bukan hanya dari sisi pengakses namun juga dari sisi yang menyewa hosting. Saya sendiri mungkin selanjutnya akan prefer menggunakan VPS saja daripada sewa hosting.

Selanjutnya »

Perbandingan PHP Runtime

Membaca artikel Performance benchmark of PHP runtimes, sangat menarik. Disana ditampilkan perbandingan beberapa PHP Runtime. Ternyata banyak juga php runtime yang belum pernah saya ketahui namun memiliki performa yang mantab.

Nampaknya Nginx unit atau FrankenPHP (worker mode) bisa menjadi pertimbangan. Performa Swoole kelihatannya mantab, namun kabarnya ada banyak kode  yang harus diubah kalau menggunakan Swoole.

Ya, PHP memang mempunyai isu yang kurang baik terkait performanya yang kurang gegas dan rakus sumberdaya. Saya sendiri yang mengelola LimeSurvey sangat merasakannya. Kalau sudah senggang, pengin  mencoba FrankenPHP untuk menjalakan LimeSurvey.