
Ini adalah ringkasan buku Iwoz. Adalah lebih baik membaca ringkasan buku ini sebelum membacanya secara utuh. Membuat ringkasan akan menjadikan kita memahami kerangka utuh dari buku ini.
Saya dibantu NotebookLM dalam membuat ringkasan ini. Selamat menikmati.
Berdasarkan cuplikan yang diberikan, buku “iWoz” memiliki setidaknya 13 bab. Berikut adalah ringkasan per bab berdasarkan informasi yang tersedia dalam sumber:
- Bab 1: Our Gang: The Electronics Kids (Halaman 10-23)
- Bab ini mengisahkan masa kecil Steve Wozniak dan pengaruh besar ayahnya dalam mengajarkan kejujuran dan elektronika. Ayahnya, seorang insinyur, membawa Wozniak ke tempat kerjanya dan menunjukkan kepadanya komponen elektronik, termasuk osiloskop, sejak ia masih sangat muda.
- Dari pengalaman ini, Wozniak memutuskan untuk menjadi seorang insinyur. Ayahnya memberikan pelatihan elektronika klasik dari awal, menjelaskan tentang atom, elektron, resistor, transistor, hingga gerbang logika AND dan OR. Pelajaran ini menjadi dasar bagi desain komputernya di kemudian hari.
- Wozniak percaya bahwa teknologi itu baik dan dapat mengubah dunia menjadi lebih baik. Ia memiliki fantasi untuk membangun mesin yang bisa digunakan banyak orang.
- Ia lahir dengan nama Stephan Gary Wozniak pada tahun 1950. Lingkungannya di Sunnyvale, California, masih banyak kebun buah.
- Ia dan teman-temannya membentuk kelompok “The Electronics Kids,” yang membangun proyek-proyek seperti interkom rumah-ke-rumah menggunakan kabel telepon. Mereka juga dikenal suka melakukan lelucon, termasuk menjahili rumah orang lain.
- Bab 2: The Logic Game (Halaman 23-39)
- Wozniak sangat gemar membaca seri Tom Swift Jr. dan menganggapnya sebagai pahlawan. Ayahnya juga banyak membantunya dalam proyek-proyek.
- Pada kelas satu, ia membuat radio kristal. Di kelas lima, ia membaca buku SOS at Midnight tentang operator radio amatir, yang menjadi inspirasi besar. Radio amatir menjadi hobi pentingnya, di mana ia belajar kode Morse dan perhitungan elektronika, hingga akhirnya mendapatkan lisensi.
- Ibunya mendorongnya dalam matematika dan sains, dan gurunya, Miss Skrak, mengenali bakatnya.
- Ia belajar tentang komputer dari jurnal-jurnal teknik lama, termasuk ENIAC, dan menyadari bahwa komputer bisa dibangun di rumah.
- Wozniak terobsesi dengan aljabar Boolean dan Teorema De Morgan pada kelas lima, meyakini bahwa komputer adalah inti kehidupan.
- Ia berpartisipasi dalam pameran sains dari kelas tiga hingga delapan, memenangkan berbagai penghargaan. Proyek-proyeknya termasuk sirkuit lampu, model atom, dan gerbang logika AND/OR. Proyek kelas enamnya adalah mesin tic-tac-toe yang berfungsi, meskipun sistemnya tidak bisa selalu menang.
- Proyek-proyek sains ini membantunya mengembangkan kesabaran dan kemampuan merakit perangkat elektronik.
- Bab 3: Learning by Accident (Halaman 40-51)
- Wozniak digambarkan sebagai anak yang pemalu di sekolah dasar, meskipun ia adalah pemimpin “The Electronics Kids” dan unggul dalam olahraga serta akademik.
- Rasa malu ini meningkat di kelas enam dan berlanjut hingga kelas dua belas. Ia memilih bidang elektronika dan teknik karena memungkinkan ia bekerja secara mandiri.
- Lelucon adalah bagian dari hiburan dan cara ia berinteraksi sosial. Ia membuat sirene polisi sungguhan sebagai proyek kelas dua belas.
- Ia bergabung dengan Homebrew Computer Club pada pertengahan 1970-an.
- Guru elektronikanya di SMA, Mr. McCollum, adalah sosok penting yang mengajarinya tentang logika dan menginspirasinya.
- Wozniak mulai belajar memprogram komputer dan FORTRAN. Ia memprogram masalah catur Knight’s Tour, yang mengajarkannya bahwa kecepatan mentah bukanlah satu-satunya solusi dan algoritma itu penting.
- Ia terkesan dengan manual Digital Equipment PDP-8 minikomputer dan merancang minikomputernya sendiri dengan jumlah chip yang lebih sedikit.
- Bab 4: The “Ethical” TV Jammer (Halaman 52-74)
- Bab ini dimulai dengan kisah persahabatannya di SMA dan kunjungannya ke Caltech serta University of Colorado di Boulder. Ia kuliah di University of Colorado.
- Ia banyak bermain bridge.
- Proyek favoritnya di perguruan tinggi adalah TV Jammer, sebuah sirkuit yang ia rancang dengan bantuan ayah temannya, Elmer Baum. Perangkat ini menggunakan transistor, resistor, kapasitor, dan koil.
- Mereka menjahili orang lain dengan mengganggu sinyal TV mereka.
- Di kelas komputer di Colorado, ia belajar tentang komputer, pemrograman, dan sistem operasi. Ia bahkan menggunakan TV Jammer buatannya di kelas.
- Wozniak menulis beberapa program, termasuk untuk pangkat dua dan deret Fibonacci, serta menggunakan bahasa FORTRAN. Biaya komputernya sangat tinggi, dan ia sempat dihukum percobaan karena penyalahgunaan komputer.
- Ia kemudian pindah ke De Anza Community College dan melanjutkan desain komputernya di atas kertas, berupaya mengurangi jumlah chip dan meningkatkan efisiensi.
- Bab ini juga menyentuh diskusi tentang Perang Vietnam dan politik.
- Bab 5: Cream Soda Days (Halaman 70-92)
- Pada usia sembilan belas tahun, Wozniak membaca Pentagon Papers, yang sangat memengaruhi pandangannya tentang Perang Vietnam dan pemerintah. Ia mendukung Ralph Nader untuk presiden.
- Ia juga menceritakan tentang keyakinannya pada ide-ide hippie pada tahun 1960-an, meskipun ia menyatakan tidak menyukai narkoba dan berhenti minum alkohol.
- Ia merancang sebuah komputer yang seukuran kulkas, yang biayanya lebih dari $100.000, dan memprogramnya dalam FORTRAN dan bahasa mesin.
- Wozniak mulai membangun komputer kecil lainnya bersama temannya, Bill Fernandez. Mereka bekerja di garasi, minum Cream Soda, dan proyek ini akhirnya dikenal sebagai Cream Soda Computer. Komputer ini merupakan papan sirkuit kecil yang menggunakan kartu punch dan lampu berkedip sebagai output.
- Komputer Cream Soda ini menggunakan RAM (memori akses acak) dan magnetic core memories.
- Melalui Bill Fernandez, Wozniak pertama kali bertemu Steve Jobs, yang empat tahun lebih muda darinya. Mereka saling berbagi cerita dan melakukan lelucon.
- Pengalaman lelucon tertentu dengan Steve Jobs mengajarkan Wozniak tentang kesabaran dan kerja keras, serta untuk tidak membual. Ia juga membahas preferensi musik Steve Jobs.
- Bab 6: Phreaking for Real (Halaman 84-108)
- Pada tahun 1971, Wozniak membaca artikel Esquire berjudul “Secrets of the Little Blue Box,” yang membahas tentang phone phreaks. Para phone phreak menggunakan nada atau siulan untuk melakukan panggilan telepon gratis.
- Artikel itu menyebutkan seorang phone phreak bernama Joe (buta) yang bisa bersiul nada tinggi, dan Captain Crunch (John Draper) yang menggunakan peluit dari sereal untuk mengendalikan saluran telepon.
- Artikel tersebut juga menjelaskan cara membuat Blue Box, perangkat yang menghasilkan nada untuk memanipulasi sistem telepon.
- Wozniak dan Steve Jobs (saat itu sekitar tujuh belas tahun) menjadi tertarik dan mulai mencoba menelepon secara acak. Mereka bahkan menelepon Captain Crunch sendiri.
- Mereka bertemu Captain Crunch, yang menunjukkan desain Blue Box kepadanya. Wozniak terkesan dengan desainnya yang sederhana namun kuat.
- Mereka mulai menjual Blue Box. Wozniak merancang versi yang lebih kecil dan portabel. Setiap unit dijual $150 dengan biaya produksi $40.
- Mereka pernah tertangkap polisi saat menggunakan Blue Box, namun berhasil lolos. Akhirnya mereka berhenti karena aktivitas itu ilegal.
- Bab 7: Escapades with Steve (Halaman 103-108)
- Bab ini, meskipun tumpang tindih dengan Bab 6 di halaman-halaman sumber, fokus pada petualangan dan lelucon yang ia lakukan bersama Steve Jobs.
- Wozniak menggambarkan kegembiraan yang luar biasa saat menggunakan Blue Box.
- Mereka menggunakan mobil Pinto milik Steve untuk petualangan mereka.
- Wozniak keluar dari Berkeley pada tahun ketiga kuliahnya.
- Mereka berhasil menelepon Paus dan berpura-pura menjadi Henry Kissinger.
- Wozniak sangat menikmati lelucon dan sensasi menipu sistem telepon, meskipun itu ilegal. Ia dan Steve melakukan bisnis yang sukses dari penjualan Blue Box.
- Bab 8: HP and Moonlighting as a Crazy Polack (Halaman 109-125)
- Wozniak merasa ia memang ditakdirkan untuk menjadi seorang insinyur. Setelah tahun ketiga di Berkeley, ia mendapatkan pekerjaan di Hewlett-Packard (HP).
- Ia bekerja pada produk yang akhirnya menjadi kalkulator ilmiah HP 35, sebuah inovasi revolusioner. Ia menyukai budaya perusahaan HP yang didorong oleh insinyur.
- Wozniak menyadari bahwa mikroprosesor (CPU) adalah masa depan. Ia merancang komputernya dengan chip yang lebih sedikit dibandingkan yang lain.
- Selama bekerja di HP, ia mengerjakan proyek sampingan bernama Dial-a-Joke, yang awalnya hanya hobi pribadi. Ia merekam lelucon dengan aksen Slavia-nya.
- Layanan Dial-a-Joke menjadi sangat populer, menerima ribuan panggilan setiap hari. Masalah muncul dengan perusahaan telepon karena Wozniak ingin nomor yang mudah dihubungi.
- Akhirnya, ia menghasilkan uang dari Dial-a-Joke. Ia bertemu Alice, calon istri pertamanya, yang adalah salah satu penelepon layanan tersebut.
- Bab 9: Wild Projects (Halaman 126-149)
- Selama empat tahun di HP (usia 22-26), Wozniak terus-menerus membangun proyek elektronik.
- Ia merancang permainan pinball rumah dan sistem digital untuk sistem film hotel pertama (VCR). Perusahaan VCR-nya, Cartrivision, kemudian bangkrut.
- Terinspirasi oleh Pong, video game sukses pertama, ia merancang game Pong-nya sendiri dari awal. Desain Pong-nya menggunakan hanya 28 chip, lebih sedikit dari yang lain, dan sebagian besar berbasis hardware.
- Ia mengunjungi Atari dan bertemu Nolan Bushnell; Steve Jobs juga bekerja di sana. Meskipun ditawari pekerjaan di Atari, Wozniak memilih tetap di HP.
- Ia merancang game Breakout untuk Atari hanya dalam empat hari, menggunakan 45 chip. Steve Jobs menerima $5.000 untuk proyek ini, sementara Wozniak hanya menerima setengah dari $700 yang dibayarkan berdasarkan jumlah chip. Wozniak merasa Steve Jobs tidak selalu bertindak etis dalam hal ini, dan “masalah Breakout” ini mengakhiri persahabatannya dengan Steve Jobs.
- Bab 10: My Big Idea (Halaman 139-154)
- Bab ini membahas awal revolusi komputer.
- Wozniak menghadiri pertemuan pertama Homebrew Computer Club pada Maret 1975. Tujuannya adalah membuat komputer dapat diakses dan terjangkau oleh semua orang.
- Ia merancang terminal TV untuk ARPANET (pendahulu Internet).
- Melihat komputer Altair di majalah Popular Electronics, ia merasa komputer itu mahal dan sulit digunakan.
- Ia kemudian merancang komputer baru di atas kertas agar lebih sederhana dan membutuhkan lebih sedikit chip daripada Altair. Desainnya ini mirip dengan Apple I-nya nanti.
- Wozniak ingin membangun komputer yang sangat terjangkau. Ia membuat sketsa Apple I di atas kertas, yang membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk desainnya. Apple I dirancang untuk menggunakan TV sebagai tampilan dan keyboard seperti mesin tik.
- Apple I menggunakan mikroprosesor Motorola 6800.
- Wozniak mendesain chip ROM (read-only memory) yang menyimpan program.
- Ia menulis program monitor 256-byte untuk mikroprosesornya. Pada tanggal 29 Juni 1975, ia berhasil mengetik karakter di keyboard dan melihatnya muncul di layar, sebuah momen penting baginya.
- Bab 11: The Apple I (Halaman 155-159)
- Bab ini menceritakan keberanian Wozniak untuk menunjukkan komputernya di pertemuan utama Homebrew Computer Club. Ia bangga dengan desainnya dan percaya bahwa itu akan memajukan komputasi.
- Apple I hanya memiliki tiga puluh chip.
- Wozniak membutuhkan 4K byte DRAM untuk minikomputernya, yang mahal dan rumit. Ia mendesain Apple I untuk menggunakan SRAM agar lebih sederhana.
- Steve Jobs membantunya mendapatkan chip DRAM gratis dari Intel.
- Steve menyarankan untuk membuat papan sirkuit tercetak dan menjualnya seharga $20 (atau $40) kepada anggota Homebrew lainnya. Wozniak dan Steve kemudian memutuskan untuk mendirikan perusahaan.
- Bab 12: Our Very Own Company (Halaman 160-172)
- Untuk mendirikan perusahaan, mereka membutuhkan $1.000 untuk papan sirkuit. Wozniak menjual kalkulator HP 65 miliknya seharga $500, dan Steve menjual van VW-nya.
- Mereka berdebat tentang nama perusahaan dan akhirnya memilih Apple Computer.
- Ron Wayne menjadi mitra ketiga, yang kemudian mendesain logo Newton di bawah pohon apel. Perjanjian kemitraan memberi Steve dan Wozniak masing-masing 45%, dan Ron 10%. Ron kemudian mengundurkan diri.
- Wozniak telah merancang komputer desktop murah untuk HP, tetapi HP tidak tertarik.
- Seorang pemilik toko komputer lokal, Paul Terrell, memesan seratus komputer dari mereka seharga $500 per unit. Steve bekerja dengan Paul Terrell, yang meminta komputer yang sudah dirakit lengkap.
- Mereka mendapatkan suku cadang dari Allen Baum dan ayahnya, Elmer, yang meminjamkan mereka $1.200.
- Batch pertama papan selesai pada Januari 1976. Mereka merakitnya di garasi orang tua Steve dan menjualnya kepada Paul Terrell. Karena kekurangan dana, mereka menggunakan kotak kayu alih-alih plastik.
- Wozniak menulis interpreter BASIC untuk Apple I, berdasarkan prosesor MOS 6502. Ia merasa BASIC-nya lebih baik daripada BASIC Bill Gates untuk Altair.
- Mereka berhasil menjual papan dan mendapatkan keuntungan.
- Bab 13: The Apple II (Halaman 173-187)
- Pada awal 1976, sekitar 150 unit Apple I telah terjual. Wozniak mulai mengerjakan Apple II, yang menjadi peningkatan signifikan.
- Ia ingin menambahkan warna dan memiliki ide untuk meningkatkan desain. Apple II menggunakan DRAM dan mikroprosesor.
- Apple II membawa warna, grafis resolusi tinggi, suara, dan dukungan paddle. Ini adalah komputer pertama dengan BASIC yang terpasang di ROM.
- Mereka bekerja di garasi Steve dan memamerkan Apple II di pameran PC ’76 di Atlantic City.
- Wozniak memainkan Breakout di Apple II, yang menampilkan grafis berwarna dan suara.
- Terjadi ketidaksepakatan antara Wozniak dan Steve Jobs mengenai jumlah slot ekspansi di Apple II; Wozniak menginginkan delapan, tetapi Steve hanya menginginkan dua.
- HP tidak tertarik dengan desain Apple II.
- Chuck Peddle, desainer prosesor MOS 6502, dan Mike Markkula dari Intel mengunjungi garasi Steve. Mike Markkula tertarik untuk berinvestasi di Apple.
- Markkula berbicara tentang bisnis dan potensi Apple menjadi perusahaan Fortune 500. Wozniak merasa tidak nyaman dengan gagasan menjadi manajer dan memutuskan untuk meninggalkan HP demi fokus pada Apple.
- Markkula menawarkan pekerjaan di Apple dan bahkan memberikan uang agar Wozniak bergabung.
- Akhirnya, Wozniak meninggalkan HP, dan Mike Scott dipekerjakan sebagai presiden Apple. Apple II kemudian diumumkan dan dipamerkan di West Coast Computer Faire.

