Sebagai developer, sering kali kita harus berpindah antar versi PHP. Misalnya, proyek lama masih jalan di PHP 7.4, sementara proyek baru sudah pakai PHP 8.3.
Kalau di Windows mungkin kamu akrab dengan Laragon, namun di Linux tidak ada Laragon.
Nah, kalau kamu ingin bisa menjalankan banyak versi PHP di satu sistem, berikut panduan sederhana yang bisa kamu ikuti.
1. Instalasi Dasar: Web Server, PHP, Database, dan phpMyAdmin
Pertama-tama, kita siapkan fondasinya dulu:
-
Install Nginx
Kenapa Nginx? Karena ringan, cepat, dan mudah diatur untuk menjalankan beberapa versi PHP sekaligus.
Selain itu, Nginx juga memudahkan kita dalam mengatur virtual host untuk tiap proyek. -
Install PHP versi utama (misalnya PHP 8.3)
Biasanya versi terbaru sudah tersedia di repositori distro. -
Install MySQL
Ini untuk database manajemen sistem yang akan digunakan oleh aplikasi PHP-mu. -
Install phpMyAdmin
phpMyAdmin memudahkan kita memanage database MySQL lewat antarmuka web.
Setelah Nginx dan PHP terpasang, kamu bisa jalankan:Kemudian arahkan salah satu virtual host Nginx ke folder phpMyAdmin agar mudah diakses melalui browser.
2. Menambahkan Versi PHP Lain
Setelah semua dasar terpasang, sekarang waktunya menambah versi PHP lain.
Misalnya kamu ingin punya PHP 7.4, PHP 8.0, dan PHP 8.1, cukup jalankan:
Setiap versi PHP biasanya memiliki paket CLI dan FPM-nya sendiri, contohnya:
-
php7.4-cli -
php8.1-cli -
php7.4-fpm -
php8.1-fpm
3. Menjalankan PHP Versi Tertentu di Folder Proyek
Nah, bagian paling penting — cara memilih versi PHP yang ingin digunakan untuk proyek tertentu.
Misalnya kamu punya proyek lama di folder:
Dan kamu ingin menjalankannya menggunakan PHP 7.4.
Masuk ke folder proyek lalu jalankan:
Atau jika kamu pakai PHP 8.3 di proyek baru:
Setelah itu buka browser dan akses:
👉 http://localhost:8000
Dengan cara ini, kamu bisa menjalankan beberapa versi PHP secara paralel di port yang berbeda — tanpa perlu repot mengganti konfigurasi Nginx setiap kali berpindah proyek.
4. (Opsional) Gunakan Nginx untuk Konfigurasi Lebih Serius
Kalau kamu ingin lebih “production-like”, kamu bisa buat konfigurasi Nginx terpisah untuk setiap versi PHP-FPM.
Contohnya di /etc/nginx/sites-available/legacy_app arahkan ke socket PHP 7.4-FPM, sementara proyek baru diarahkan ke PHP 8.3-FPM.
Tapi untuk tahap awal, cukup pakai server bawaan PHP (php -S) dulu, karena praktis dan ringan untuk development.
Kesimpulan
Dengan setup seperti ini, kamu bisa:
-
Menjalankan banyak versi PHP di satu komputer 💪
-
Mengatur tiap proyek agar pakai versi PHP yang sesuai
-
Menjalankan MySQL dan phpMyAdmin tanpa konflik
-
Menjaga lingkungan development tetap rapi dan fleksibel
Catatan akhir:
Cara ini sangat cocok untuk developer full-stack atau freelancer yang masih menangani berbagai proyek lawas dan baru secara bersamaan.
Kalau nanti sudah lebih kompleks, kamu bisa upgrade ke manajer versi seperti update-alternatives, phpbrew, atau pakai Docker untuk isolasi yang lebih rapi.

