Jika Anda menggunakan Ubuntu 22.04, 24.04, atau 26.04, cara termudah adalah menggunakan paket zram-tools. Paket ini akan membuat swap yang dikompresi di RAM secara otomatis saat boot. (Debian Wiki)
1. Install zram-tools
sudo apt update
sudo apt install zram-tools
2. Konfigurasi
Edit file konfigurasi:
sudo nano /etc/default/zramswap
Contoh konfigurasi yang saya sarankan:
ALGO=zstd
PERCENT=50
PRIORITY=100
Keterangan:
- ALGO=zstd → kompresi lebih baik (cocok untuk kebanyakan komputer)
- PERCENT=50 → ukuran zram sebesar 50% dari RAM
- PRIORITY=100 → zram diprioritaskan dibanding swap disk
Anda juga bisa memilih:
- RAM 4–8 GB →
PERCENT=75 - RAM 16 GB →
PERCENT=50 - RAM 32 GB atau lebih →
PERCENT=25–30
Penggunaan zstd dan pengaturan persentase RAM ini merupakan konfigurasi yang umum direkomendasikan. (Debian Wiki)
3. Restart service
sudo systemctl restart zramswap
Atau reboot:
sudo reboot
4. Cek apakah aktif
Lihat swap:
swapon --show
atau
cat /proc/swaps
Contoh hasil:
NAME TYPE SIZE USED PRIO
/dev/zram0 partition 7.8G 0B 100
Lihat detail zram:
zramctl
Contoh:
NAME ALGORITHM DISKSIZE DATA COMPR TOTAL STREAMS
/dev/zram0 zstd 8G
5. Apakah swapfile perlu dihapus?
Tidak harus.
Ubuntu dapat menggunakan:
- zram untuk swap yang cepat di RAM.
- swapfile sebagai cadangan jika RAM benar-benar habis.
Konfigurasi seperti ini cukup umum dan aman digunakan. (Debian Wiki)
Kalau ingin hanya memakai zram, Anda bisa menonaktifkan swapfile:
sudo swapoff /swapfile
sudo sed -i 's|^/swapfile|#/swapfile|' /etc/fstab
Namun saya biasanya tetap menyarankan membiarkan swapfile aktif sebagai cadangan.
6. Cek performa
free -h
Contoh:
total used free shared buff/cache available
Mem: 15Gi 5Gi 8Gi
Swap: 8Gi 0Gi 8Gi
Demikian semoga membantu dan membuat SDCard / SSD mu menjadi lebih awet.

