Membuat Variabel Dinamis Pada Dokumen Word (docx)

Adalah hal menyebalkan ketika kita diminta membuat dokumen kenaikan pangkat/jenjang dalam organisasi. Karena jamannya online,  kita diminta mengedit dokumen docx dan menyerahkan ke pimpinan. Online yang setengah-setengah :). Kalau online beneran ya pakai databaselah, bukan nyerahin file docx 🙂

Bayangkan jika satu orang harus melampirkan 2 dokumen saja,  30 orang sudah 60 dokumen, Membuka 60 file word satu-satu maaaaak. Ampuuun….

Apalagi kalau harus ada yang diupdate di semua dokumen karena ada format dokumen yang salah, ada yang harus diedit. Buka – edit – simpan 60 dokumen. Ampuuun Caaaak.

Kadang tidak sampai disitu, data harus direkap dalam bentuk tabel spreadsheet. Buka satu-satu copas … hadooh…

Sampai disitu ada instruksi nama file harus urut abjat nama orang. Ngiiing ….

Lebih enak bahwa semua data itu kita masukkan database atau Google Sheet yang diisi melalui Google Form. Lalu kita membuat template word. Dan terakhir kita sambungkan data dengan template word  menggunakan skrip.

Selanjutnya »

Error 500 Webserver

Kadang saya menjumpai ketika sebuah situs diakses dia mengeluarkan error 500. Sulit bagi developer untuk mentraking error ini. Yang jelas, inis ebuah pemberitahuan jika ada error pada situs. kalau saya sih biasanya karena saya edit file php-nya dan ada kesalahan sintak 🙂

Saya bertanya ke openAI tentang masalah ini. Dan yang paling penting adalah bagaimana saya bisa mencari error detailnya.
Selanjutnya »

Perintah dasar Redis

Redis sebagai database berbasis memori sangat menarik untuk dipelajari. Dan redis bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti menyimpan data sementara agar cepat diakses, dan yang saya tidak menduga ternyata bisa digunakan sebagai message broker juga. Ada fasilitasnya.

Instalasinya, kamu bisa mengunjungi situsnya.  Kamu bisa menginstallnya di Linux, WSL, Docker, dan mungkin saja di Windows.

Selanjutnya »

Wifi Manager untuk ESP

Ketika kita melakukan coding ESP maka hal yang paling repot adalah ketika ESP akan dipindah ke tempat lain, yang secara otomatis setting Wifi juga akan berubah. Sehingga programmer harus melakukan hard coding.

Untungnya ada pengembang yang sudah membuatkan library dengan penggunaan yang sangat simpel, sehingga apabila kita terkoneksi dengan wifi lain, kita tinggal mengubah konfigurasinya dengan interface web. nama librarynya adalah library wifi manager.

Cara kerja library ini adalah:

  1. Apabila tidak ditemukan wifi dengan setting yang ada sebelumnya, maka ESP berfungsi sebagai Access Point. Kita bisa mendapatkan interface berbasis web untuk dengan memasukkan konfigurasi wifi.
  2. Apabila sudah ada konfigurasi sebelumnya, dan wifi ditemukan, maka dia akan terkoneksi ke wifi.

Silahkan cek videonya disini: Cara ubah wifi di ESP tanpa hard coding.

Happy …

IoT Menggunakan Blynk aka Bling

Blynk adalah sebuah platform IoT (Internet of Things) yang memungkinkan pengembang untuk dengan mudah membangun, mengontrol, dan memantau perangkat IoT menggunakan aplikasi mobile atau web. Dengan Blynk, Anda dapat membuat antarmuka pengguna (dashboard) untuk perangkat IoT tanpa harus membangun aplikasi dari awal.

Blynk mendukung berbagai perangkat keras seperti Arduino, ESP32, Raspberry Pi, dan lainnya, serta menyediakan server dan library yang mempermudah pengembangan aplikasi IoT.

Mekanisme yang ada di Blink sbb:

Blynk bisa dicoba secara gratis dengan fasilitas terbatas. Sebenarnya blynk ini enak digunakan, sayangnya versi berbayarnya terlalu mahal.

Sebenarnya hal yang paling penting dari aplikasi ini hanya pada kemudahan untuk alerting di HP.

Berikut beberapa contoh sederhana yang bisa kamu ikuti:

  1. Monitoring suhu dan kelembaban
  2. Kontrol Led

Salam Ngoprek …